Resep Bola Singkong (Ndog Geluduk)

Kalurahan budaya Ambarketawang merupakan salah satu kalurahan budaya yang berada di kapanewon gamping, kabupaten sleman. Berbagai potensi seni budaya, adat  tradisi, kuliner, pengobatan tradisional, cagar alam, kerajinan yang tetap lestari hingga detik ini. Salah satunya ialah potensi kuliner jajanan tradisional merupakan warisan lokal yang masih meleganda hingga saat ini. Ndog gludug salah satu jajanan tradisional yang masih eksis hingga saat ini di kalurahan Ambarketawang.

Ndhog gludhug merupakan jajanan tradisional yang berasal dari bahasa Jawa, ndog berasal dari kata endhog yang artinya  telur dan gludhug yang artinya guntur atau petir. Belum diketahui sejarah asal usul penyebutan jajanan tradisional tersebut. Namun yang pasti jajanan tradisional Ndhog gludhug ini berbentuk bulatan kecil, bertekstur empuk dan berwarna merah muda. Ndog gludhug masih banyak ditemukan di daerah Ambarketawang, salah satu tempat yang masih memproduksi ndog gludug ialah Ndog Gludug Mbah Moe yang beralamat di padukuhan depok, Ambarketawang. Hingga saat ini, jajanan tradisional ndhog gludhug masih digemari oleh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar wilayah Ambarketawang.

Cara pembuatan ndhog gludhug ini cukup sederhana, adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pun mudah dijumpai, antara lain : Singkong, kelapa parut, gula pasir, garam, vanili, pewarna makanan, minyak goreng, tepung terigu, dan air.

Adapun cara pembuatannya yaitu :

  • Singkong dikupas, dicuci, kemudian direbus
  • Setelah matang, tiriskan airnya, tumbuk sampai halus
  • Taburkan parutan kelapa secukupnya dan campurkan dalam adonan singkong yang sudah ditumbuk
  • Tambahkan garam dan gula, campur sampai rata dan bentuk bulat-bulat menyerupai telur
  • Buat adonan tepung terigu secukupnya, tambahkan pewarna makanan, jangan terlalu kental dan jangan terlalu encer
  • Masukkan bulatan ndhog gludhug ke dalam adonan tepung terigu yang sudah jadi
  • Goreng bulatan ndhog gludhug tersebut dengan minyak yang tidak terlalu panas hingga berwarna keemasan
  • Jika sudah matang angkat, tiriskan, dan sajikan

Harga ndhog gludhug ini cukup terjangkau, hanya 1000 rupiah saja sudah bisa menikmati jajanan tradisional yang rasanya manis, lembut, dan mengenyangkan karena mengandung karbohidrat. Jajanan ndhog gludhug ini selain dikonsumsi pribadi, juga biasa disajikan dalam acara penting di kalurahan Ambarketawang, seperti rapat, pameran UMKM, dan hidangan untuk para tamu. Untuk membantu meningkatkan penjualan, pendamping juga turut membantu dari segi promosi melalui pameran Selasa Wagen dan Gelar Potensi. Selain itu, pendamping juga memberikan pelatihan mengenai cara promosi dan pengemasan yang menarik sehingga diharapkan penjualan ndhog gludhug semakin meningkat khususnya di luar wilayah Ambarketawang.