
Kegiatan Sosial Budaya yang dilestarikan masyarakat Kalurahan Ambarketawang dalam wujud upacara tradisional menyembelih Bekakak (Sepasang Boneka Temanten yang dibuat dari tepung beras ketan dan cairan gula jawa yang diberi warna merah). Upacara ini secara legendaris dihubungkan dengan tokoh Wirosuto sekeluarga, sebagai abdi dalem panongsong yang setia kepada P.Mangkubumi (HB I), yang meninggal secara misterius. Selain itu, Upacara Saparan Bekakak juga menjadi sarana penolak bala agar masyarakat yang mencari batu gamping selamat atau bebas dari malapetaka. Ubo rampe yang digunakan dalam pelaksanaan upacara bekakak antara lain: Sesajen yang meliputi nasi gurih, nasi liwet, daun dadap, daun turi, daun kara, telur mentah, sambel gepeng, tumpeng, pecel pitik, jangan menir, urip-uripan lele, rindang antep, ayam panggang, kopi pahit, kopi manis, jenewer, cerutu, rujak degan, rujak deplok, arang-arang, kemanis, padi, tebu, dupa, candu, nangka sabrang, ulam mripat, ulam jerohan, gereh mentah semuanya ditempatkan di dalam jodang Bersama kedua boneka pengantin yang terbuat dari tepung ketan yang berisikan juruh (gula jawa cair). Urutan prosesi bekakak yaitu malam midodareni yang diiringi dengan uyon-uyon, tirakatan, dan wayangan, pagi harinya dilaksanakan kirab denganĀ membawa bekakak ke tempat penyembelihan yaitu Gunung gamping.