Ruwatan Kembang Sepasang (Versi Indonesia)
Ambarketawang – Wagimin, warga Padukuhan Watulangkah Ambarketawang mengadakan gelar budaya Ruwatan, Jum’at (15/7/2022). Acara yang dilaksanakan di kediaman keluarga Wagimin orang tua calon pengantin wanita, Rinda Julian, tepatnya di Donotirto RT 08/ RW 12 Bangun Jiwo Kasihan Bantul. pukul 13.00 WIB s.d. selesai ini adalah salah satu bentuk upacara atau ritual penyucian yang hingga saat ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Jawa.
Menurut Narto Utomo, Tokoh Masyarakat Watulangkah, mengatakan: “Dalam rangka menyambut pernikahan pada anak dua perempuan semua/kembang sepasang, dilakukan Ruwatan. Sebelum nompo syahdat itu kan anak kedua itu dibersihakan dulu dari rohani , jasmani karena kanggunan soekerto , setelah bersih itu baru nompo syahadat kalimah.”
Dengan beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai dengan pembacaan doa’ tahlil, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan rambut. “Anak itu syarat nya dipotong rambut nya lalu di buntel kain putih , seperti jenasah, kemudian di larung di sungai, ibaratnya di serahkan pada sungai kali jogo, ” menurut Narto Utomo.
Kemudian dilanjutkan dengan pemandian atau penyiraman kepada kedua anak tersebut. Air yang dipakai berasal dari tujuh air sumur yang telah dikumpulkan lalu diberikan bunga dan bacaan do’a dan daikhiri dengan pecutan di sekitar tempat penyiraman.
Budaya ruwatan ini bertujuan untuk penyucian diri sebelum menikah agar mendaptkan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan .
Acara dihadiri kurang lebih 50 orang, diantaranya Tokoh Masyarakat , Dukuh, dan Masyarakat sekitar. Acara dilaksanakan dengan penuh khidmat. Setelah makan bersama, acara ditutup dengan do’a oleh Pemandu Acara Ruwatan tersebut. (im)
Ruwatan Kembang Sepasang (English Version)
Ambarketawang – Wagimin, the residence of Watulangkah Ambarketawang holding a cultural event called Ruwatan, Friday (15/07/2022). The event was held at the residence of the Wagimin family, the parents of the bride-to-be, Rinda Julian, at Donotirto RT 08/ RW 12 Bangun Jiwo, Kasihan, Bantul. This event was held from 01.00 pm until finish. Ruwatan is a form of purification ceremony or ritual which is still preserved by the Javanese people.
According to Narto Utomo, a Watulangkah community leader “To welcome the marriage of all two daughters in the family or kembang sepasang, the family conducted Ruwatan. Before taking the shahada, the two daughters were cleansed first physically and spiritually because of kagungan sukerta, they can take the shahada after that”.
With several series of activities, starting with the reading of the tahlil prayer, then followed by cutting the two daughters’ hair. “Children should have their hair cut and then the hair that has been cut gets wrapped in a white cloth, like a corpse, then dumped in the river, it’s like being handed to the Kalijaga river,” said Narto Utomo.
After the reading of prayer and cutting the hair, the next process is bathing or watering the two daughters. The water comes from seven wells that have been collected and then given flowers and prayer readings and ends with a whip around the watering place.
This Ruwatan event aims to purify oneself before marriage to get safety, cleanliness, and success.
The event was attended by approximately 50 people, including community leaders, hamlets, and the surrounding community. The event was carried out solemnly. After eating together, the event closed with a prayer by the master of the ceremony. (knti)